Analisis Lean Farming untuk Reduksi Waste dan Peningkatan Efisiensi Operasional Peternakan Ayam Broiler
DOI:
https://doi.org/10.52644/acqh9c52Keywords:
closed house, Lean Farming, NNVA, NVA, peternakan ayam broiler, VA, Value Stream Mapping, wasteAbstract
Pemborosan operasional pada peternakan broiler meningkatkan konsumsi sumber daya dan membatasi efisiensi meskipun performa produksi tergolong baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemborosan, menelusuri akar penyebabnya, dan menyusun rancangan perbaikan operasional berbasis Lean Farming pada Kajang Broiler Farm, peternakan berkandang tertutup di Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan data kualitatif dan kuantitatif dari satu siklus produksi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran waktu aktivitas, dokumen produksi, catatan utilitas, serta konfirmasi bersama pekerja dan pengelola kandang. Analisis menggunakan Value Stream Mapping, klasifikasi aktivitas, diagram Pareto, diagram Fishbone, dan pendekatan 5W1H. Hasil menunjukkan total waktu aktivitas 23.243 menit, terdiri atas aktivitas bernilai tambah 57,08%, aktivitas pendukung yang diperlukan 12,07%, dan aktivitas tanpa nilai tambah 30,85%. Pemborosan berupa cacat dan gerakan tidak efisien menyumbang 89,89% dari total pemborosan, terutama terkait belum terstandarnya deteksi dini, kontrol peralatan, dan rute operator. Usulan perbaikan mencakup daftar periksa inspeksi, manajemen visual, penataan tempat kerja, dan standardisasi prosedur. Rancangan kondisi mendatang memproyeksikan penurunan waktu aktivitas menjadi 21.532 menit dan peningkatan efisiensi menjadi 61,61%, dengan mempertahankan periode biologis pemeliharaan selama 41 hari. Lean Farming menyediakan dasar sistematis untuk memprioritaskan perbaikan operasional, tetapi manfaat proyeksinya perlu diverifikasi melalui implementasi pada siklus berikutnya.

